Shopping Cart
Your Cart is Empty
Quantity:
Subtotal
Taxes
Shipping
Total
There was an error with PayPalClick here to try again
CelebrateThank you for your business!You should be receiving an order confirmation from Paypal shortly.Exit Shopping Cart

Hotel Executive Training & Development Program 

 Hotel Executive Training Program

Besarnya Nilai Hotel Training

“Perusahaan beresiko mengeluarkan biaya tak terduga lebih sering bila mereka hanya memberikan janji kosong untuk meningkatkan keahlian dan ketrampilan para hotelier dengan hotel training

Hotel pada umumnya, yang besar sekalipun, memiliki seorang internal training advocate – dalam hal ini – Training Manager dan sejenisnya yang secara antusias dan terkesan manis berjanji bahwa perusahaan berkomitmen untuk “memberikan pelatihan tanpa henti”, “mengembangkan keahlian dan ketrampilan karyawan”, “mengembangkan sebuah kultur pengetahuan dengan Hotel Training Forum” dan “mencapai peningkatan produktifitas dengan bekerja lebih pintar bukan lebih keras”.  

Semua yang disebutkan di atas terdengar sangat bagus, namun bila menilik pada pelaksanaannya, gaung yang telah di kumandangkan oleh para “Professional” itu hanya menjadi retorika kosong pada beberapa perusahaan. Mengapa? Jawabanya seringkali bisa di temukan pada ketidak-sejalanan-nya antara apa yang oleh HRD dan Hotel Training Department ingin capai dan apa yang oleh para ahli financial percaya harus tercapai.

Bagaimanakah hal ini bisa muncul ke permukaan? Jawabannya sederhana bahwa sesungguhnya kebanyakan perusahaan tidak menyadari dengan benar nilai dari training. Tentu, semua setuju bahwa training itu ada nilainya – namun mengukur nilai sukses training (apalagi dengan rupiah) yang membuktikan bahwa nilainya ada, sangat sulit. Ketiadaan ukuran pasti dan secara jelas dapat digunakan untuk mengukur nilai investasi dalam training inilah yang menjadikan alasan banyak perusahaan hanya mengalokasikan sedikit dana dari budget-nya untuk training.

Cara terbaik untuk menepis pemikiran dan anggapan yang memandang training sebagai beban usaha atau sebagai investasi tanpa hasil, adalah dengan bertanya “pertanyaan kebalikan”. Sebagai contoh, berapakah kerugiannya mempekerjakan hotelier yang tidak effisien dan kurang terlatih? Apa sajakah kerugian yang ditimbulkan oleh pergantian hotelier – yang terpaksa harus meninggalkan perusahaan karena mendapati mereka tidak dapat tumbuh dan berkembang (dan kebanyakan mereka akan keluar dari perusahaan)? Apakah anda yakin bahwa program pelatihan yang difokuskan dengan benar dan terprogram tidak berharga? Dan banyak lagi pertanyaan – pertanyaan yang dapat di kemukakan.

Cara paling gamblang untuk membuat penilaian umum adalah dengan mempertimbangkan “apakah yang akan terjadi” seandainya sebuah usaha dalam jangka panjang berjalan tanpa investasi sekiditpun dalam training.

 Free Traffic

Buy Web Traffic

PCSecurityShield

LinkShare  Referral  Prg

HotelsCombined.com - Search and Compare Hotel Prices for any city
HotelsCombined.com - Search and Compare Hotel Prices for any city
City From
Rome
 $49
Beijing
 $15
London
 $29
Shanghai
 $28
Venice
 $64
Prague
 $29
Istanbul
 $25
New York
 $31
Madrid
 $43
Bali
 $16
Bangkok
 $19
Marrakech
 $35
Sydney
 $24
HotelsCombined.com - Search and Compare Hotel Prices for any city
HotelsCombined.com - Search and Compare Hotel Prices for any city

Sebagai gambaran, seorang teman diusianya yang ke-46 – seorang konsultant hukum, masih belum dapat menggunakan computer. Dia dengan hati-hati dan teliti serta kesabaran membaca pesan-pesan e-mail yang di sampaikan oleh assistennya, kemudian menjawab satu per satu pesan tersebut dengan tulisan tangannya, lalu assistennya mengetiknya kedalam e-mail dan dikirim.


Para pelanggan tidak pernah tahu akan perbedaannya, tetapi dia tahu. Dia memperkirakan bahwa dia membuang 10-15% waktunya untuk membereskan masalah-masalah itu hanya karena kekuranganya dalam pengetahuan computer dibandingkan dengan rekan seprofesinya yang lebih muda namun lebih maju. Akankah pelanggan membayar 10-15% lebih banyak untuk pelayanan yang sama? Tentu tidak. Pada akhirnya dia harus memberi diskon pada tiap tagihan-tagihannya sebelum dikirim kepelanggan agar dia bisa sejajar dengan rekan seprofesinya yang lebih muda namun jauh lebih maju. Beberapa tahun yang lalu di berkomentar bahwa “nggak ada gunanya belajar computer” karena dia akan pensiun sebelum computer menjadi hal penting buat para pengacara.


Dengan sembilan tahun tersisa sampai dia mengantongi jam tangan emasnya dia menyesal memegang kepercayaan itu.


Penggunaan contoh berbasis pengetahuan computer mungkin terkesan terlalu umum – namun intinya adalah bahwa semua program pelatihan yang disusun dengan baik berpotensi untuk secara berkesinambungan meningkatkan kehidupan kerja kita sama seperti mengetahui bagaimana berkomunikasi dengan computer telah berperan terhadap kinerja seorang pengacara.


Adalah salah bilamana kita memandang sebuah training yang effektif dan tersusun dengan baik sebagai sebuah beban usaha. Tanpa training, para hotelier professional akan segera kehilangan daya saing mereka. Jadi training sebenarnya merupakan sebuah investasi dalam kinerja.


Salah satu biaya besar dalam usaha adalah pergantian karyawan (turnover). Dengan training program yang tersusun dengan benar membantu mengurangi biaya ini melalui saling transfer ilmu pengetahuan dalam organisasi sehingga akan mengurangi ketergantungan terhadap hotelier dengan skill khusus – hal ini dicapai karena dengan training bisa dicapai penyebaran dan pemerataan kemampuan kerja dan ini juga dengan sendirinya mengurangi kemungkinan karyawan keluar dari perusahaan.


Dengan hotel training program yang terkonsep secara baik memberi nilai lebih kepada karyawan sehingga mereka mampu untuk melakukan pekerjaannya dan membuat keputusan lebih cepat, secara effisien, aman dan murah (mengurangi kesalahan yang berakibat terhadap cost), daripada tanpa training.


Hal terpenting, pengetahuan dan informasi yang didapat dari training tersebut dapat digunakan terus menerus dan dapat di sebarkan/tularkan tanpa mengurangi makna dan nilainya.


Training menyediakan pengetahuan yang berlaku sebagai landasan belajar para professional untuk secara kritis mencari cara-cara dan menilai arti dari pentingnya meningkatkan kinerja mereka secara individu terus-menerus. Ini memungkinkan para professional untuk secara aktif dan kreatif bicara ditengah-tengah ilmu pengetahuan yang terus berkembang dalam organisasi dimana mereka bekerja. Yang terpenting, training adalah merupakan batu pondasi dalam membangun sebuah organisasi dengan pelatihan yang sebenarnya.


Ada banyak alasan yang dapat dipercaya bahwa bagi banyak perusahaan, lingkungan yang kompetitif akan semakin ketat dan berat, bukan sebaliknya. Kompetisi atau persaingan ini membuat training menjadi semakin penting artinya, sama pentingya ketika para perusahaan mencari cara baru dan kreatif untuk membedakan mereka dengan yang lain.


Bahkan bagi beberapa perusahaan yang sedang berkembang, karyawan merupakan salah satu poin yang membedakan dan menunjukkan kelebihan perusahaan tersebut. Dalam hal ini, dapatkah sebuah perusahaan untuk tidak berinvestasi dalam training untuk memastikan bahwa karyawan mereka bisa menjadi yang terbaik saat ini dan di masa datang?

*END*

For more information on hospitality training related matters, please mail to: [email protected]

hotel training

Kuta – Bali Indonesia E-mail: [email protected]

0